Wanita Yang Bertumbuh Ke Belakang

Efesus 4:13-14 ….sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, –“

 Wanita yang tumbuh kebelakang adalah seorang wanita yang tinggal di Virginia beberapa tahun yang lalu. Jurnal Virginia Medical Monthly, dokternya menceritakan kisah tersebut. Dia tumbuh normal, menikah, dan memiliki tiga anak. Hidup itu baik sampai suami dan ayahnya meninggal ketika anak-anak sedang di sekolah menengah. Sang ibu menggandakan pengabdiannya kepada anak-anak. Dia berubah gaya berpakainanya menjadi gaya seorang gadis berusia 20 tahun, dan bergabung dalam pesta dan kegiatan menyenangkan anak-anaknya.

Dalam beberapa tahun anak-anak memperhatikan bahwa ketika mereka tumbuh dewasa, ibu mereka semakin muda. Psikiater menyebutnya “regresi kepribadian,” yang berarti “seseorang berjalan mundur.” Biasanya orang-orang seperti itu berhenti mundur pada usia tertentu. Tapi tidak dengan wanita ini. Dia mundur cepat ke belakang pada tingkat satu tahun untuk setiap tiga atau empat bulan waktu yang maju. Meskipun dia berusia 61 tahun, dia bertindak dan berbicara seperti anak berusia 6 tahun. Dia dikirim ke sanatorium, di mana dia bersikeras mengenakan gaun pendek, bermain dengan mainan, dan mengoceh seperti anak kecil.

Kemudian dia menjadi seperti anak berusia tiga tahun; Dia menumpahkan makanannya, merangkak di lantai, dan berteriak “Mama.”  Mundur lebih jauh lagi ke usia satu tahun, Dia minum susu dan meringkuk seperti bayi mungil. Akhirnya, dia sampai pada garis awal dan mati.

Regresi spiritual adalah gangguan yang bahkan lebih serius lagi.  Petrus mengatakan kepada kita untuk ”Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 3:18),  tetapi beberapa orang Kristen tampaknya mundur dalam pertumbuhan mereka. Bergerak maju adalah senjata terbaik kita untuk tidak berpaling dari Allah. Dan itu terjadi melalui pertumbuhan baik dalam pengetahuan maupun kasih karunia. Kita tidak hanya perlu mempelajari  Firman Tuhan setiap hari, berusaha untuk memahami lebih banyak tentang Tuhan, tetapi kita harus hidup dalam kasih karunia.

Gereja bukanlah tempat pembibitan raksasa yang dimaksudkan untuk membagikan botol bayi dan dot kepada semua orang yang berjalan melewati pintunya. Ini adalah tempat pelatihan untuk “bertumbuh” (lihat Efesus 4:15) menjadi orang Kristen dewasa yang memiliki Yesus dan kuat dalam iman