Hukum ke-1

“Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” Keluaran 20:3

Setelah bangsa Israel merdekakan oleh TUHAN dari perbudakan di Mesir, maka majikan atau tuan yang mana bangsa Israel harus mengabdi adalah Sang Pembebas, yaitu TUHAN alam semesta pencipta langit dan bumi. Sebagai bangsa tebusan, maka mereka tidak boleh mempunyai tuan lain selain Penebus itu sendiri, yaitu TUHAN Allah Sang pembebas.

Seorang hamba tidak boleh mengabdi kepada dua tuan, karena ia akan berbuat curang kepada tuan yang satu dan menghianati tuan lainnya. “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Matius 6:24

Apabila kita mengaku, bahwa TUHAN Allah telah menebus kita dari dosa, dan membebaskan kita dari perhambaan dosa melalui Yesus Kristus, maka kita harus menyembah TUHAN Allah Sang Pencipta langit dan bumi.

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa” Yohanes 8:34. “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Roma 6:6

Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?. Roma 6:16

allah lain

Menjalani kehidupan kita sehari-hari, kita selalu dihadapkan kepada pilihan, apakah kita memilih mengikut TUHAN atau memilih mengikuti keinginan kita sendiri. Sering kali kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita sudah jauh dari TUHAN, karena pilihan yang kita buat bukanlah jalan yang dibuat oleh TUHAN untuk kita.

Dalam dunia usaha, kita selalu dihadapkan kepada pilihan untung dan rugi, sering kali kita juga menggunakan semua tools dan media yang ada untuk mewujudkan suksesnya usaha kita, baik itu dengan memanfaatkan relasi, modifikasi laporan keuangan atau bahkan menempuh jalan pintas dengan menjanjikan sesuatu kepada pihak-pihak tertentu demi terwujudnya keinginan kita, atau agar tercapai cita-cita yang kita angan-angankan.

Pilihan-pilihan yang dapat menjerumuskan kita kedalam dosa bukan hanya dihadapi oleh para pengusaha dan pekerja, tetapi juga dihadapi oleh pemuka-pemuka agama, karena terbukti bahwa bisnis yang paling menguntungkan dan tidak akan pernah habis adalah bisnis agama, apapun aliran agamanya.

Banyak yang menuhankan agama ganti menyembah TUHAN yang sebenarnya. Menurut sejarah, bahwa banyak korban kematian oleh karena kepercayaan kepada ajaran agama.

Agama sebenarnya memiliki wajah Janus (ganda), di satu sisi agama bisa berwajah keras dan seringkali menimbulkan banyak korban jiwa. Hal ini terjadi ketika agama digunakan sebagai alat pembenar terhadap tindakan kekerasan oleh kelompok tertentu untuk meniadakan kelompok lain yang berbeda.

Diperkirakan ada sekitar 230.000 orang jadi korban akibat terjadinya perang salib, perang yang mengatas namakan agama terjadi antara tahun 1096 sampai tahun 1270.

Adalagi pemboman dengan mengatas namakan agama, dan apabila kita buka data rincian korban jiwa dengan mengatas namakan agama, maka mungkin kita akan tercengang, apakah mungkin TUHAN mengajarkan atau memerintahkan untuk saling membunuh satu sama lain?

Ketika kita lebih memilih mentaati agama dari pada TUHAN, maka akal sehat kita akan hilang. Yesus Kristus mengatakan “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi” Matius 7:1.

TUHAN dengan jelas dan tegas mengatakan bahwa kita tidak boleh menghakimi, tetapi pandangan orang-orang yang menuhankan agama berbeda, yaitu mereka terpancing untuk menghakimi satu sama lain.

TUHAN Allah mengatakan “Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku”, artinya kita hanya menyembah TUHAN saja, mencari kebenaran TUHAN saja dan berjalan menurut apa yang TUHAN telah tetapkan untuk dijalani dalam dunia ini sementara kita menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menjemput umat-umat-Nya, yaitu orang-orang yang berpegang teguh pada perintah-perintah-Nya, bukan bagi orang-orang yang berpegang teguh pada perintah-perintah agama.

TUHAN tidak beragama, dan TUHAN tidak memilih salah satu agama, karena jika TUHAN beragama, maka Dia bukanlah TUHAN, sehingga TUHAN hanya berkenan kepada orang-orang yang menyembah Dia dengan segenap hati dan dengan segenap akal budi dan dengan kekuatan.

Yesus Kristus berkata “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”. Matius 22:37.

Yesus disalibkan oleh karena agama, dimana orang farisi, saduki dan imam-imam ingin membela agama mereka sehingga mereka memutuskan untuk membunuh Yesus. “Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa”. Yohanes 11:49,50.

Pada sisi lain juga, banyak yang menjadi allah lain, yaitu, harta, keinginan dan cinta diri.

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta disorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku”. Matius 19:21. Ini adalah respon Yesus kepada pemuda kaya yang menginginkan hidup kekal melalui jalan yang benar.

Cinta diri, keinginan dan kekayaan dapat menjadi allah lain dihadapan Allah.

Kesimpulan

Sebagai umat yang telah ditebus dari perhambaan dosa, ditebus dengan darah Yesus Kristus, maka tidak ada pilihan lain selain menyembah Dia dengan sepenuh hati, sepenuh akal budi dan sepenuh kekuatan. Kita haru menyembah Dia dengan penuh, bukan setengah-setengah.

 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. Kolose 3:23-24

Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi. Pengkhotbah 9:10

Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Ulangan 6:5

Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. Matius 4:10

Leave a Reply

Your email address will not be published.