Kekekalan Firman Yesus Kristus

Semua umat Kristiani pasti mengatakan kalau TUHAN adalah kekal, dan Sabda-Nya juga kekal untuk selama-lamanya, sampai disana pengakuan tersebut dapat berterima untuk semua kalangan, tetapi ketika dalam praktek, umat Kristiani umumnya mengingkari kekekalan Yesus Kristus dan Firman-Nya.

Apakah ada bukti dari Firman TUHAN yang mendukung pengakuan kekekalan TUHAN?, mari kita buktikan melakui Kitab-kitab dibawah ini:

Yesaya 26:4 “Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.”

Keluaran 15:18 “TUHAN memerintah kekal selama-lamanya”

Yeremia 10:10 “Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang  karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya”

Daniel 4:3 “Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya!   Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal   dan pemerintahan-Nya turun-temurun!”

Yohanes 6:68 “Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal

Bahkan dalam Kitab Yesaya 40:28 “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar?  TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi  dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.” Ayat ini merupakan kalimat penekanan yang diucapkan oleh nabi Yesaya dengan maksud agar bangsa Israel tidak sembrono dalam memberikan pengertian perihal kekekalan TUHAN, dengan harapan agar bangsa Israel bertobat dari kejahatan mereka.

Umat Kristiani pada zaman ini tidak jauh berbeda dengan Bangsa Israel zaman dahulu, mereka mengakui TUHAN tetapi tidak mengikuti perintah-Nya. Ketika Yesus berkata dalam Kitab Yohanes 8:58 “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” dan atas perkataan ini Bangsa Israel berniat membunuh Yesus Kristus.

Ketika para imam Yahudi bermaksud mau membunuh Yesus oleh karena pengakuan-Nya sebagai TUHAN, mereka mengira sedang membela TUHAN dan sangat yakin bahwa tindakan mereka benar dengan menggunakan berbagai dalil dan alasan yang mereka anggap benar, ini terbukti dalam Kitab Yohanes 18:14 “dan Kayafas lah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa”.

Kayafas adalah imam agung pada saat itu, dan perkataannya dianggap benar, itulah sebabnya ketika dia memberikan nasehat kepada para imam, semua menganggap bahwa itu adalah nasihat yang sangat baik, maka genaplah yang tertulis dalam kitab Mazmur 1:6 “sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan”, bagi para imam, nasehat Kayafas merupakan kebenaran, tetapi mereka tidak sementara sedang menuju kepada kebinasaan.

Satu ketika saya menonton tayangan di youtube, yaitu penjelasan seorang yang mengaku pendeta Kristen, dengan yakin mengatakan bahwa “hukum itu telah digenapi dalam salib” sehingga dalam perilaku dan tindakan  sehari-hari, kita tidak perlu mengikuti 10 Hukum TUHAN, dan cukuplah percaya kepada Yesus Kristus dan berharap pada Kasih Karunia. Apakah itu benar? Saya akan menjabarkan perihal diatas dengan petunjuk Alkitab, karena hanya Alkitablah petunjuk tiada yang lain.

Apakah arti “Percaya Kepada Yesus Kristus?”

Sebelumnya kita cari tau terlebih dahulu arti dan pengertian kata “Percaya”. Menurut kamus bahasa Indonesia kata “percaya” adalah sebuah homonim karena artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Percaya memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga percaya dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Percaya merupakan kata kerja, artinya, jika kita mempercayai seseorang, maka kita pasti mengikuti apa yang orang tersebut perintahkan kepada kita. Percaya tanpa tindakan, itu adalah palsu, atau percaya yang palsu mungkin sama dengan kata “munafik”

Selanjutnya sang pendeta mengatakan, bahwa orang-orang yang menuruti Hukum TUHAN adalah kelompok orang yang sesat. Mari kita kembali membaca Alkitab untuk mengetahui apakah definisi sesat.  Markus 12:24 Jawab Yesus kepada mereka: “Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci  maupun kuasa Allah”.

Orang yang sesat adalah orang-orang yang tidak mengerti Kitab Suci, bukan sekumpulan orang yang menuruti Hukum TUHAN.

TUHAN kita Yesus Kristus sangat jelas dan terang dalam menyampaikan jalan keselamatan agar kita tidak tersesat dengan menyampaikan Firman-Nya dalam Yohanes 14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” dalam edisi terjemahan tahun 1954  kata “segala perintah-Ku” itu ditulis dengan “segala Hukum-Ku”, ini menjadi lebih jelas lagi, karena perintah TUHAN dalah sekaligus hukum.

Siapakah yang memberikan 10 Hukum TUHAN di Sinai?

Mungkin kita pernah berpikir, kalau TUHAN dalam Kitab perjanjian lama berbeda dengan TUHAN Yesus Kristus. Dalam sejarah perjanjian lama, sepertinya TUHAN itu tidak memberikan kesempatan kepada manusia untuk bertobat, jika melakukan pelanggaran maka hukuman langsung terlaksana pada saat yang sama dan biasanya berupa hukuman mati. Tidak seperti jaman Yesus Kristus, yang penuh dengan kasih karunai dan ampunan, bahkan kita diperintahkan untuk tidak saling menghakimi satu sama lain seperti tertulis dalam Kitab Matius 7:1 “Jangan kamu menghakimi , supaya kamu tidak dihakimi” bahkan dalam suatu peristiwa, ketika Rasul Petrus bertanya kepada Yesus Kristus perihal berapa kali harus mengampuni, maka Yesus menjawab dalam Kitab 18:22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali”. Pengampunan TUHAN tidak ada batasnya, berbeda dengan zaman perjanjian lama. Apakah betul demikian?

Alkitab menjelaskan bahwa TUHAN dalam perjanjian lama adalah sama dengan TUHAN perjanjian baru, itu dapat kita buktikan dalam Kitab Yohanes 1:1 Pada mulanya adalah Firman Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 1:14 Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. 1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

Pernyataan diatas dikuatkan lagi dalam Kitab 1 Yohanes 1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 1:2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. 1:3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.  1:4 Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Yesus Kristus juga mengatakan bahwa pada zaman Bapa Abraham, Yesus Kristus sudah ada, ini dapat kita baca dalam Kitab Yohanes 8:58 “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”.

Dari bukti-bukti dalam ayat Alkitab diatas menyatakan bahwa TUHAN perjanjian lama adalah sama dengan TUHAN perjanjian baru. Penekanan ini dapat kita temukan dalam Kitab Yohanes 1:3 “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.”

KeTUHANAN Yesus Kristus lah yang menciptakan langit dan bumi dan segala semesta jagad raya, Yesus Kristus lah yang memberkati Bapa Abraham, Yesus Kristus lah yang menjumpai Nabi Musa dipadang belantara, Yesus Kristus lah yang membelah laut merah, Yesus Kristus lah yang memerintahkan Yosua menyeberangi sungai yordan, Yesus Kristus lah yang memangil-manggil Nabi Samuel ketika ia tertidur dibait Allah, Yesus Kristus lah yang menolak raja Saul, Yesus Kristus lah yang menyuruh Nabi Samuel untuk mengurapi Daud bin Isai menjadi raja Israel untuk menggantikan Saul.

Yesus Kristus lah yang berjanji kepada Bapa Abraham akan keturunan yang banyak seperti pasir dilaut dan bintang dilangit, Yesus Kristus lah yang memberikan pengertian mimpi kepada Yusuf sehingga dia diambil dari penjara dan memerintah di Mesir, Yesus Kristus lah yang menulis 2 Loh Batu yang berisi 10 Perintah TUHAN.

Yesus Kristus lah yang menyapa Adam dan Hawa ketika mereka bersembunyi oleh karena telah berdosa dengan memakan buah terlarang, Yesus Kristus lah yang mengingatkan Kain agar tidak berbuat dosa, Yesus Kristus lah yang menyuruh Nabi Nuh untuk membuat bahterah.

Yesus Kristus dalam KETUHANAN adalah kekal, tidak berawal dan tidak berakhir sama seperti yang tertulis dalam Kitab Wahyu 22:13 “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” dan Kitab Wahyu 2:8 “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna:   Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir,   yang telah mati dan hidup kembali”

Dari bukti Firman TUHAN yang sangat meyakinkan, bahwa Yesus Kristus didalam KETUHANAN yang menuliskan  10 Hukum TUHAN di atas gunung Sinai.

Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku

Bukti bahwa kita mengasihi TUHAN, yaitu dengan menuruti segala perintah-Nya (segala) tidak ada yang terkecuali, yang terkecilpun harus dituruti.

Yakobus 2:10 “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya”. Ayat ini juga sangat meyakinkan sebagai kekekalan Hukum TUHAN. Mari kita lihat apakah ada ayat Alkitab yang mendukung Rasul Yakobus? Lukas 16:17 “Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” Ini adalah perkataan Yesus Kristus. Hingga saat ini bumi belum lenyap, sebagai bukti bahwa 10 Hukum TUHAN masih berlaku.

Yakobus 4:12 “Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?”. Yesus Kristus lah Hakim dan Pembuat hukum.

Sesuai dengan definisi percaya, maka jika kita percaya kepada Yesus Kristus dan mengasihi Dia, kita harus menuruti semua perintah-Nya atau semua Hukum-hukum-Nya tanpa terkecuali.

Apakah kematian Yesus Kristus membatalkan Hukum

Kebanyakan umat Kristiani kurang berhati-hati dalam membaca Alkitab, sehingga tidak dapat menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Banyak orang Kristen membaca Akitab hanya untuk membangun perasaan bahwa mereka benar. Jika kita membaca dan menyelidiki Firman TUHAN, bukan untuk kita dibenarkan, tetapi agar kita mendapatkan kebenaran. Apakah kita lupa perumpamaan yang Yesus Kristus berikan dalam Kitab Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnya lah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnya lah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan! “

Yesus Kristus tidak pernah berubah, baik dalam kasih dan prinsip, terbukti bahwa perkataan Yesus Kristus dalam Kitab Matius 7:21 terdapat juga dalam 10 Hukum dalam Keluaran 20:6 “tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku”. Apakah umat Kristiani pernah menyadari ini?

Dalam Kitab Matius 7:15 Yesus Kristus mengingatkan “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas”

Apakah kematian Yesus Kristus membatalkan 10 Hukum? Tidak, sekali-kali tidak, hal ini dapat kita buktikan dalam Kitab terakhir yaitu Kitab Wahyu 12:17 “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus”. Setan membenci kumpulan orang-orang yang menuruti hukum TUHAN dan memiliki kesaksian Yesus.

Bahkan diulangi kembali dalam Wahyu 14:12 “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.”

Mengapa Yesus Kristus Mati?

Kurban bakaran berupa domba dan sejenisnya yang dilaksanakan oleh Bangsa Israel turun temurun merupakan lambang yang telah digenapi dalam kematian Yesus Kristus. Ini dapat kita lihat dalam Kitab Yeheskiel 11:19 “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 11:20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka”.

Yesus Kristus mati bukan untuk menghilangkan Hukum, melainkan agar kita hidup menurut ketetapan TUHAN dengan rasa kasih dan cinta, bukan dengan terpaksa.

Sebelumnya Bangsa Israel menganggap penyembahan adalah keterpaksaan bukan berlandaskan kasih dan cinta, oleh karena itu Yesus Kristus membuat pembaharuan dalam Kasih. Galatia 5:14 “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”. Yesus memperkenalkan kasih, menyembah TUHAN dengan kasih, karena kasih dapat mengalahkan segalanya.

Yesus Kristus telah memberikan kasih-Nya kepada kita, dan telah lunas terbayar, itu dapat kita baca dalam Kitab Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Dalam ayat ini ada penekanan “setiap orang yang percaya” artinya pada akhirnya tidak semua orang mendapatkan hidup kekal, melainkan hanya orang yang percaya dan melakukan perintah TUHAN.

Apakah jika kita memanggil nama Yesus Kristus lalu dibaptis, kita pasti selamat? Sekali-kali tidak, mari kita baca apa yang dikatakan Yesus Kristus dalam Kitab Matius 7:21 “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

Saudara-saudara dan saudari yang kekasih dalam nama Yesus Kristus, janganlah kita mau disesatkan oleh para pendeta dan tua-tua jemaat yang tidak berpegang didalam kebenaran Firman TUHAN.

Iman tanpa perbuatan adalah mati, artinya kita beriman dan tidak menuruti Firman TUHAN tidaklah berguna, mari kita buktikan berdasarkan Alkitab yang tertulis dalam Kitab Yakobus 2:19 “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”

Jika kita hanya percaya dan tidak berbuat, maka kita disamakan dengan setan. Ini sangat mengerikan, artinya, sesuai dengan Kitab Yakobus 2:19-20, orang-orang yang hanya percaya dan tidak menuruti Hukum-hukum TUHAN adalah antek-antek setan.

Apakah ada umat yang mengaku Kristen pernah mempertanyakan nats yang tertulis dalam Kitab Ibrani 4:1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. 4:2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. 4:3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku”, sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4:4 Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” 4:5 Dan dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” 4:6 Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka. 4:7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” 4:8 Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. 4:9 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. 4:10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. 4:11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Masing-masing kita secara individu-individu (orang perorang) akam memberikan pertanggung jawaban kepada TUHAN.

Yesus Kristus Mati untuk memberikan contoh kepada umat manusia bagaimana hidup beriman, bagaimana hidup percaya, bagai mana hidup menyerahkan diri sepenuhnya kepada TUHAN, hidup murni tanpa cacat cela, ini dapat kita baca dalam Kitab Filipi  2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.  2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.  2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,  bahkan sampai mati di kayu salib.  2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,  2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut  segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!.

Inilah mengapa Yesus Kristus harus mati, yaitu sebagai penggenapan kurban bakaran dan sekaligus menjadi contoh dalam kemanusiaan penurutan kepada TUHAN.

Apakah Firman (hukum) TUHAN Kekal? Ya, kekal sampai selama-lamanya, mari kita baca dalam kitab Wahyu 22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan  dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

Kitab Yesaya 8:20 “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Pada akhirnya, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *