Fakta-fakta Alkitab

Alkitab berisi 66 buku yang ditulis oleh 44 penulis. Buku Suci ini ditulis dalam periode waktu lebih dari 1500 tahun.

Bukti-bukti ilham Alkitab adalah sebagai berikut:

Bubuatan – Misalnya:

  • Babylon (Yesaya 13:19-22) “13:19 Dan Babel, yang permai di antara kerajaan-kerajaan, perhiasan orang Kasdim yang megah, akan sama seperti Sodom dan Gomora pada waktu Allah menunggangbalikkannya:  13:20 tidak ada penduduk untuk seterusnya, dan tidak ada penghuni turun-temurun; orang Arab tidak akan berkemah di sana, dan gembala-gembala tidak akan membiarkan hewannya berbaring di sana; 13:21 tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun, dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin  akan melompat-lompat; 13:22 anjing-anjing hutan akan menyalak di dalam puri-purinya, dan serigala-serigala di dalam istana-istana kesenangan. Waktunya akan datang segera, dan usianya tidak akan diperpanjang.”
  • Tirus (Yeheskiel 26:3-5) “26:3 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Tirus. Aku akan menyuruh bangkit banyak bangsa melawan engkau, seperti lautan menimbulkan gelombang-gelombangnya. 26:4 Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul. 26:5 Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH; ia akan menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa.”
  • Sidon (Yeheskiel 28:21-23) “28:21 “Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada Sidon dan bernubuatlah melawan dia 28:22 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Sidon, dan Aku menyatakan kemuliaan-Ku di tengah-tengahmu. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku menjatuhkan hukuman  atasnya dan menunjukkan kekudusan-Ku terhadap dia. 28:23 Aku akan mendatangkan sampar atasnya dan darah akan mengalir di jalan-jalannya dan orang-orang akan mati rebah di tengah-tengahnya karena pedang yang datang dari sekitarnya melawan dia. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN”
  • Koresy (Yesaya 44:28) “Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci Baiklah diletakkan dasarnya! ” (Yesaya 45:1) “Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup”
  • Media Persia dan Yunani (Daniel 8:20-21) “8:20 Domba jantan yang kaulihat itu, dengan kedua tanduknya, ialah raja-raja orang Media dan Persia.  8:21 Dan kambing jantan yang berbulu kesat itu ialah raja negeri Yunani,   dan tanduk besar yang di antara kedua matanya itu ialah raja yang pertama.”
  • Tempat kelahiran Yesus (Mikha 5:2) “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”

Fakta Sejarah:

  • Kerajaan Babel atau Negeri Babel (bahasa Yunani: Βαβυλωνία, Babilonia) adalah negara dan daerah kebudayaan purba penutur bahasa Akad yang berlokasi di tengah kawasan selatan Mesopotamia (sekarang Irak dan Suriah). Pada tahun 1894 SM, bangsa Amori mendirikan sebuah negara kecil dengan wilayah kedaulatan yang juga mencakup kota administratif Babel. Pada zaman Kemaharajaan Akad (2335–2154 SM), Babel hanyalah sebuah kota kecil di salah satu daerah bawahan. Keadaan ini berubah pada zaman Kemaharajaan Babel Lama. Babel Pada masa pemeritahan Hamurabi, Babel diperbesar dan dijadikan ibu kota. Sepanjang maupun sesudah masa pemerintahan Hamurabi, Babel disebut “Negeri Akad” (bahasa Akad: Māt Akkadī) untuk mengenang kegemilangan Kerajaan Akad yang sudah lampau.

Kitab Yesaya merupakan salah satu kitab dalam Alkitab di Perjanjian Lama yangditulis oleh Nabi Yesaya, secara spesifik membahas tentang pemahaman Kristologi.Sesuai dengan tujuan penulisan kira-kira pada 700-680 SM.

Para peneliti University of North Carolina Charlotte menemukan bukti arkeologis tentang penaklukan kota Yerusalem oleh pasukan Babilonia pada 587/586 SM. Bukti itu berdasarkan penggalian arkeologis yang sedang berlangsung di Gunung Zion di Yerusalem.

Proyek Arkeologi Gunung Zion dipimpin oleh profesor sejarah UNC Charlotte, Shimon Gibson, Rafi Lewis, seorang dosen senior di Ashkelon Academic College dan Universitas Haifa, dan James Tabor, profesor studi agama UNC Charlotte, telah bekerja selama lebih dari satu dekade.

  • Nebukadnezar menaklukkan dan membinasakan kota Tirus. Namun Nebukadnezar tidak mendapat apa sebagai jarahan karena penguasa Tirus memindahkan kekayaan mereka ke suatu pulau yang berjarak 700-800 meter kearah laut Mediterania. Namun Tuhan tidak melupakan Jasa Nebukadnezar yang telah melakukan Kampanye Perang melawan kota-kota yang dinubuatkan Allah akan dihancurkan seperti Tirus, Sidon dan Mesir. Tuhan kemudian memberikan Mesir sebagai hadiah untuk Nebukadnezar dalam Yeh 29:17-21 dimana Nebukadnezar mengangkut kekayaan bangsa mesir. Nebukadnezar tidak membuang debunya kelaut seperti Nubuatan Allah Yeh 28: 18-20.

Kemudian Alexander agung dengan tentaranya yang tak terkalahkan menyapu bersih ke arah selatan dalam rangka penyerbuan ke arah Mesir pada tahun 332 SM. Ia meminta supaya kota Tirus kepulauan itu menyerah. Penguasa dan penduduk kota tirus menolak, lalu alexander memerintahkan tentaranya untuk mengambil puing-puing kota lama Tirus lalu membuat jalan dengan puing-puing itu 792 meter (2600 feet) panjangnya dan 274 meter (900 feet) lebarnya

Sekarang kota pulau Tirus telah menjadi Suatu semenanjung yang terjadi karena pasir yang terbawa arus dan menambah lebarnya jalan buatan Alexander dan pasukannya. Sekarang, kota yang dikalahkan Mebukadnezar dan dibuang Alexander Agung kelaut sudah tidak berbekas lagi. Denga satelit atau google Earth kita dapat melihat bekas kota Tirus ini yang menjadi sebuah semenanjung sekarang.

Ajaib sekali bagaimana Allah membuktikan ucapan-Nya dengan mendemonstrasikan dalam sejarah peradaban manusia atau sejarah umum Dunia, yang di tulis oleh nabi-Nya Ribuan tahun sebelum kejadian itu terjadi. Jadi hati-hati dengan Nubuatan Allah, sebab semuanya itu “PASTI TERJADI”

  • Kota Sidon berada di sebelah selatan Lebanon dan sudah dihuni sejak 4000 SM. Kota Sidon masih dihuni hingga sekarang dan diyakini ada sejak masa prasejarah. Itu dibuktikan dengan adanya penemuan situs arkeologis adanya kumpulan neolitik yang ada sejak masa tembikar.

Sidon merupakan kota penting dan dianggap sebagai kota terbesar ke tiga di Libanon. Kota ini dihuni sejak 4000 SM dan dianggap sebagai kota dengan keturunan terbanyak dari helenistik, Romawi, dan Orthonet.

  • Nama Koresy merupakan ejaan dari Tanakh (kitab suci Yahudi) (bahasa Ibrani: כורש‎). Ejaan namanya dalam bahasa Inggris, Cyrus, diturunkan dari bahasa Yunani Κῦρος, Kỹros. Namanya dalam bahasa Persia Kuno adalah Kūruš, sedangkan dalam bahasa Persia, khususnya di Iran, namanya dieja کوروش (Kūroš; [kuːˈɾoʃ). Ayah Koresy adalah Kambisus I, Raja Persia yang berkuasa pada 580–559 SM. Ibunya adalah Mandana, putri dari Astyages, Raja Media yang berkuasa pada 564–550 SM. Kambisus I merupakan raja bawahan dari Astyages.

Tahun 540 SM, Koresy merebut Elam (Susiana) dan ibu kotanya, Susan. Tawarikh Nabonidus mencatat bahwa sebelum perang itu, Nabonidus, Raja Babilonia, memindahkan patung-patung dewa ke dalam ibu kota Babilon, sehingga diperkirakan perang dimulai pada musim dingin 540 SM.[38] Harran Stelae H2 – A, dan Tawarikh Nabonidus (tahun ke-17) menunjukkan Nabonidus merayakan tahun baru Akitu pada tanggal 1 Nissanu (4 April 539 SM) di Babilon.

Menjelang awal Oktober 539 SM, Koresy berperang dalam Pertempuran Opis di atau dekat kota strategis tepi sungai Opis di Tigris, utara Babilonia. Tentara Babilonia dikalahkan, dan pada 10 Oktober, Sippar direbut tanpa pertempuran, dengan sedikit atau tanpa perlawanan dari rakyat. Kemungkinan Koresy terlibat dalam perundingan dengan para jenderal Babilonia untuk mendapatkan kompromi di pihak mereka dan karena itu menghindari konfrontasi bersenjata. Nabonidus, yang mundur ke Sippar setelah kekalahannya di Opis, melarikan diri ke Borsippa.

Tanggal 12 Oktober, Gubaru, panglima Koresy, memasuki ibu kota Babilon, tanpa perlawanan berarti dari tentara Babel. Herodotus menjelaskan bahwa tentara Persia menggunakan danau yang dibangun oleh istri Nabonidus, Nitokris, tadinya untuk melindungi Babilon dari serangan Kerajaan Media, untuk membelokkan aliran sungai Efrat ke dalam kanal sehingga tinggi air tinggal selutut. Ini memudahkan tentara Persia untuk masuk kota melalui sungai pada waktu malam. Hal ini tidak berbeda dengan catatan dalam Kitab Daniel, bahwa Raja Belsyazar dibunuh oleh tentara Persia pada waktu malam tanpa peperangan besar. Tak lama kemudian, Nabonidus kembali dari Borsippa dan menyerah kepada Koresy.[46] Pada tanggal 29 Oktober, Koresy sendiri memasuki kota Babilon.

Tulisan kuneiform dari Babilon memberi bukti bahwa Koresy mati sekitar Desember 530 SM, yaitu dari tulisan terakhir mengenai pemerintahannya, (lempengan dari Borsippa tertanggal 12 Agustus 530 SM) dan referensi pertama mengenai pemerintahan putranya, Kambisus II (lempengan dari Babilon tertanggal 31 Agustus 530 SM) yang menggantikannya sebagai raja.

  • Kekaisaran Media (bahasa Persia Lama: Mādai) atau Konfederasi Media adalah negara yang didirikan oleh bangsa Mede.

Bangsa Mede merupakan suku bangsa Iran kuno yang tinggal di Iran, tepatnya di tempat disebut Media. Mereka menuturkan bahasa Iran barat laut yang disebut bahasa Media. Kedatangan bangsa Mede ke daerah tersebut dikaitkan dengan gelombang pertama suku Iran pada akhir milenium kedua SM (keruntuhan Zaman Perunggu) hingga awal milenium pertama SM.

Sejak abad ke-10 SM hingga akhir abad ke-7 SM, bangsa-bangsa Iran, yaitu bangsa Mede dan bangsa Persia, berada di bawah dominasi Kekaisaran Assyria Baru yang berpusat di Mesopotamia.

Setelah jatuhnya Kekaisaran Assyria, antara tahun 616 SM dan 605 SM, dibentuklah negara Media bersatu, yang, bersama dengan Babilonia, Lydia, dan Mesir, menjadi negara adidaya di Timur Dekat kuno.

Media berskutu dengan bangsa Babilonia dan Skythia untuk menghancurkan ibukota Assyria, Nineveh pada tahun 612 SM. Peristiwa tersebut berakibat pada runtuhnya Kekaisaran Assyria Baru. Setelah itu bangsa Mede berhasil menjadikan Kerajaan Media meluas melampaui tanah air asli mereka (Iran tengah-barat). Kerajaan Media menguasai wilayah yang terbentang mulai dari Iran timur laut hingga Sungai Halys di Anatolia. Kerajaan Media berpusat di kota Ekbatana sebagai ibukota kerajaannya.

Kerajaan Media ditaklukan pada tahun 550 SM oleh Koresh Agung, yang kemudian mendirikan dinasti Iran berikutnya, yaitu Kekaisaran Akhemenia Persia.

Media memberikan pengaruh yang cukup besar dalam sejarah Iran. Beberapa kata dari bahasa Media masih digunakan hingga saat ini. Bangsa Mede memiliki agama Iran kuno (suatu bentuk Mazdaisme pra-Zoroaster atau penyembahan Mithra) dengan pendeta yang disebut “Magi”. Pada pemerintahan raja-raja terakhir Media, reformasi Zoroaster menyebar ke Iran barat.

Selain Ekbatana (Hamedan modern), kota-kota lainnya yang ada di Media antara lain Laodikea (Nahavand modern) dan gundukan yang dulunya adalah kota terbesar di Media, yaitu Rhages (disebut juga Rey), di pinggiran Shahr Rey, sebelah selatan Teheran. Kota keempat Media adalah Apamea, di dekat Ekbatana, yang lokasi pastinya tak diketahui. Pada periode akhir, bangsa Mede dan khususnya prajurit Mede banyak digambarkan di situs arkeologi Persia seperti di Persepolis. Ini mengindikasikan bahwa para tentara Mede memainkan peranan penting dalam militer dinasti Akhamenia Kekaisaran Persia.

Herodotos, Dalam karyanya Historia, menyebutkan bahwa bangsa Mede terdiri atas enam suku, yaitu suku Busai, Paretakeni, Strukhates, Arizanti, Buddii, dan Magi. Keenam suku Mede itu tinggal di wilayah inti Media, yaitu di segitiga antara Ekbatana, Rhagae dan Aspadana, di Iran tengah modern, di wilayah antara Teheran, Isfahan, dan Hamadan.

Suku Magi tinggal di Rhagae, Teheran modern. Suku ini bisa dibilang merupakan kelompok suci yang mengelola urusan keagamaan di Media. Suku Paretakeni tinggal di Aspadana, Isfahan modern, suku Arizanti di Kashan dan suku Busai di Ekbatana, Hamadan mdoern. Sementara suku Strukhates dan Budii tinggal di desa-desa di segitiga Media.

  • Yunani Kuno adalah peradaban di dalam sejarah Yunani dari zaman Yunani Arkais (abad ke-8 sampai abad ke-6 SM) sampai berakhirnya Abad Kuno. Peradaban ini mencapai puncak kegemilanganya pada zaman Yunani Klasik (abad ke-5 sampai abad ke-4 SM). Pada zaman Yunani Klasik, bangsa Yunani di bawah pimpinan negara-kota Athena berhasil mematahkan invasi Kekaisaran Persia. Masa jaya Athena berakhir ketika Athena dikalahkan Sparta dalam Perang Peloponnesos pada tahun 404 SM. Seiring aksi penaklukan Aleksander Agung, kebudayaan Yunani, yang dikenal dengan sebutan peradaban Helenistis, tersebar sampai ke pelosok Asia Tengah dan ujung barat Laut Tengah.

Istilah “Yunani Kuno” dipakai untuk menyifatkan peradaban di wilayah penutur bahasa Yunani pada Abad Kuno. Wilayah yang dimaksud tidak hanya terbatas pada semenanjung Yunani, tetapi juga mencakup pula daerah-daerah lain yang didiami bangsa Yunani, antara lain Pulau Siprus, Kepulauan Aigea, daerah pesisir Anatolia (kala itu disebut Ionia), Pulau Sisilia, dan kawasan selatan Semenanjung Italia (dikenal dengan sebutan Yunani Besar), maupun permukiman-permukiman orang Yunani di daerah pesisir Kolkhis, Iliria, Trakia, Mesir, Kirenaika, kawasan selatan Galia, kawasan timur dan timur laut Semenanjung Iberia, Iberia, dan Taurika.

Kebanyakan sejarawan menganggap perabadaban inilah yang membentuk dasar Peradaban Barat. Kebudayaan Yunani sangat mempengaruhi Kekaisaran Romawi, yang pada gilirannya mempengaruhi kawasan-kawasan lain di Eropa. Peradaban Yunani Kuno juga sangat mempengaruhi bahasa, politik, sistem pendidikan, filsafat, ilmu, seni rupa, maupun kemunculan Renaisans di Eropa Barat, serta kembali diminati pada era kebangkitan Neo-Klasik abad ke-18 dan ke-19 di Eropa dan Amerika.

Penemuan Gulungan Kitab Suci Oleh Arkeolog                                                                                      

  • Batu Moab (Moabite stone) ditemukan pada tahun 1868 di Dibon, Jordan memastikan serangan Moab ke Israel sebagaimana tercatat dalam kitab 2 Raja-raja1,3. Surat dari Lakhish (The Lachish Letter), ditemukan pada tahun 1932-1938, 24 mil dari utara  Bersheba, menjelaskan serangan Nebukadnezar ke Jerusalem pada tahun 586SM.
  • Gulungan-gulungan kitab dari Laut Mati (The Dead Sea Scroll) ditemukan pada tahun 1948. Berasal dari tahun 150-170SM dan berisikan semua bagian-bagian kitab Perjanjian Lama, kecuali buku Ester. Bukti ini meneguhkan akurasi Alkitab.
  • Silinder Koresy (Cysrus’ Cylender) mencatat serangan Koresy ke Babilon dan izin pelepasan bangsa Jahudi dari penawanan
  • Batu Rosetta (The Rosetta Stone) ditemukan pada tahun 1799 Mesir oleh ilmuan-ilmuan Napoleon, ditulis dalam tiga bahasa-tulisan Mesir kuno (hieroglyphics), demotic dan Yunani.

Penemuan ini mengungkapkan misteri pengertian tulisan Mesir kuno. Pengertian tulisan Mesir Kuno membantu mempertegas keabsahan Alkitab.

Kesatuan yang tak terpisahkan – Kesatuan yang tak terpisahkan juga merupakan bukti pengilhaman Alkibat. Dalam lebih dari 3000 ayat, Alkitab sendiri menjelaskan bahwa buku itu sendiri diilhamkan (2 Petrus 1:21). Masing-masing ayat tidak saling bertentangan. Ini merupakan ilham Allah bukan kebohongan.

Keakuratan – Tentu saja tidak ada buku yang begitu akurat sepanjang zaman kecuali diilhamkan Allah

Kristus dinyatakan – Bukti terbesar akan pengilhaman Alkitab adalah Kristus dinyatakan dan adanya perubahan pada diri orang-orang yang mempelajarinya (lihat Yohanes 5:39, Kisah pararasul 4:2, Matius 11:26-28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *