What A Friend We Have In Jesus

Joseph M. Scriven kelahiran Irlandia (1819-1896) berusia 25 tahun, sedang jatuh cinta dan akan menikah. Sehari sebelum pernikahannya tunangannya meninggal dalam kecelakaan tenggelam yang tragis.

Patah hati, Joseph berlayar dari tanah airnya untuk memulai hidup baru di Kanada. Saat di Kanada bekerja sebagai guru, dia jatuh cinta lagi dan bertunangan dengan Eliza Roche, kerabat salah satu muridnya. Sekali lagi, harapan dan mimpi Joseph hancur ketika Eliza terjangkit TBC dan meninggal sebelum pernikahan bisa dilangsungkan.

Meskipun orang hanya bisa membayangkan gejolak dalam diri pemuda ini, sejarah memberi tahu kita bahwa imannya kepada Tuhan menopangnya. Segera setelah kematian Eliza, Joseph bergabung dengan Plymouth Brethren dan mulai berkhotbah untuk sebuah gereja Baptis. Sejak saat itu Scriven mengembangkan pola hidup yang sama sekali berbeda. Dia mengambil Khotbah di Bukit oleh Yesus secara harfiah, memberikan kepada dia yang meminta dan tidak berpaling dari dia yang akan meminjam. Dia tidak pernah menikah, tetapi menghabiskan sisa hidupnya memberikan seluruh waktu, uang dan bahkan pakaian dari punggungnya sendiri untuk membantu yang kurang beruntung dan untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang Yesus ke mana pun dia pergi. Dia terutama dikenal karena membawa gergaji dan memotong kayu bakar untuk orang yang membutuhkan.

Sekitar waktu yang sama ketika Eliza meninggal, Joseph menerima kabar dari Irlandia bahwa ibunya sakit. Dia tidak mampu untuk kembali ke Irlandia untuk bersamanya, jadi dia menulis surat penghiburan dan menyertakan salah satu dari banyak puisinya yang berjudul “Betapa Teman yang Kita Miliki di dalam Yesus.”

Bertahun-tahun kemudian seorang teman duduk bersama Joseph, karena dia sakit parah. Selama kunjungan ini, teman tersebut sangat terkesan ketika dia membaca puisi-puisi Scriven. Sebagai hasil dari kunjungan ini, hampir 30 tahun setelah surat penghiburannya kepada ibunya, puisi-puisi Joseph diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Hymns and Other Verses. Segera setelah itu, musisi terkenal Charles C. Converse (1834-1918) memasukkan musik ke salah satu puisi itu: “Betapa Teman yang Kita Miliki di dalam Yesus.”

Apa lagi yang bisa dikatakan, sungguh sahabat yang kita miliki di dalam Yesus! Mari kita awali hari dengan membawa segala yang membebani hati kita kepada-Nya dalam doa. Semoga Damai sejahtera-Nya menguasai hati kita.

Lirik selengkapnya:

What a Friend we have in Jesus,
  All our sins and griefs to bear!
What a privilege to carry
  Everything to God in prayer!
O what peace we often forfeit,
  O what needless pain we bear,
All because we do not carry
  Everything to God in prayer!

Have we trials and temptations?
  Is there trouble anywhere?
We should never be discouraged,
  Take it to the Lord in prayer.
Can we find a friend so faithful
  Who will all our sorrows share?
Jesus knows our every weakness,
  Take it to the Lord in prayer.

Are we weak and heavy-laden,
  Cumbered with a load of care?
Precious Savior, still our refuge—
  Take it to the Lord in prayer;
Do thy friends despise, forsake thee?
  Take it to the Lord in prayer;
In His arms He’ll take and shield thee,
  Thou wilt find a solace there.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *